Lingsir sekarang hidup sebatang kara, tanpa
adanya bantuan dari orang sekitar. Karena Lingsir seperti dianggap sudah tidak
waras lagi oleh orang sekitarnya. Lingsir juga genap dicari oleh pihak apparat
keamanan, masih terungkit masalah anak tunanetra yang tewas bersama Lingsir.
Lingsir dipenuhi dengan kekacauan duniananya. Bahkan tak segan- segan makhluk
yang dulu pernah berhadapan dengan Lingsir menghadangnya Kembali, mahkluk itu
belum puas atas semua yang kurang dilakukannya dahulu. Lingsir penuh dengan
kecamuk, untuk kesekian kalinya, Lingsir ingin mengakhiri semuanya. Hidupnya
sudah cukup untuk diusik lagi oleh apapun itu. Lingsir memutuskan untuk
menyayat lehernya. Saat akan menyayat lehernya pada malam itu, Nirmala melihat
kejadian tersebut, sontak ia langsung mencegah hal tersebut terjadi. Pada malam
itu juga Lingsir dan Nirmala bertemu dan berkenalan. Lingsir menceritakan
seluruh permasalahan yang sedang ia hadapi pada saat itu, dan Nirmala pun
sebaliknya.
Pertama Nirmala yang akan membantu
Lingsir, untuk menyelesaikan seluruh keadaan gaib di sekelilingnya. Nirmala
yang sudah sering menghadapi keadaan seperti ini, mencoba untuk melakukan yang
terbaik untuk keberlangsungan kehidupan temannya tersebut.
Diwaktu kecil Nirmala, Nirmala dan
kedua orang tuanya merupakan orang dengan harta yang paling melimpah di
desanya, akan tetapi pada suatu Ketika, Orang tua Nirmala memiliki persaingan
usaha dengan Perusahaan orang lain. Keluarga Nirmala tidak terlalu peduli dengan
adanya usaha lain tersebut. Pada akhirnya, Perusahaan lain yang merasa
tersaingi usahanya, mengirimkan keluarga Nirmala terror-teror gaib, semua satu
persatu dari keluarga Nirmala didatangi oleh suatu sosok, dengan rambut merah
lebat Panjang, dan menggunakan gamis, dan sosok ini berjalan menggunakan kedua
tangannya, sangat cepat sekali gerakannnya, sambil mengesotkan kakinya.
Keluarga Nirmala pergi ke rumah saudaranya yang sudah berpengalaman
dalam dunia gaib, akan tetapi Ketika berada di tengah perjalanan menuju rumah
saudaranya tersebut, mobil yang ditumpangi oleh keluarga Nirmala masuk kedalam
jurang. Dengan kondisi jalanan yang berkelak-kelok, dan ayah Nirmala yang
sedang mengemudikan mobil tersebut, melihat sosok yang biasa mengganggu
keluarga mereka berada di depan mobil, dan menghalangi penglihatan dari ayah
Nirmala. Ini semua penyebab kematian Ibu Nirmala. Ibu Nirmala sempat dilarikan
menuju rumah saudaranya tersebut untuk diobati, akan tetapi semuanya sudah terlamabat,
nyawa telah direnggut oleh sosok tersebut. Ayah Nirmala memutuskan untuk
memakamkan jasad istrinya di dekat rumah saudaranya tersebut, prosesi pemakaman
berjalan lancar, hingga Nirmala melihat sosok tersebut masih mengawasi keluarga
mereka, dan Nirmala sudah memiliki firasat buruk tentang itu semua. Nirmala
bertanya kepada saudaranya yang ahli dalam dunia spiritual tersebut, apakah ayahnya
juga akan bernasib sama dengan ibunya? Dengan mata yang berkaca-kaca, rasa
cemas dan khawatir menyelimuti diri Nirmala pada saat itu. Saudaranya menjawab
bahwa ayahnya tidak akan bernasib sama jika Nirmala menghentikan seluruh
kegiatan Perusahaan milik orang tuanya tersebut, saudaranya berkata bahwa ia sudah
berkali-kali mencoba untuk mengembalikkan santet tersebut kepada yang sudah
mengirimkan santet itu, tapi semuanya muspra, kandas harapan untuk keluarga
Nirmala melaluyi jalan spiritual.
Nirmala tidak mau menghentikan usaha milik
orang tuanya, Nirmala berkata kepada ayahnya bahwa ia akan menanggung semua
risiko jika ushanya masih berlanjut. Dan Nirmala serta ayahnya memutuskan untuk
tetap menjalankan usahanya tersebut. Nirmala juga masih melewati berbagai cara
untuk menghilangkan kutukan pad akeluarganya tersebut, dengan cara rutin pergi
ke orang pintar, seperti kiai, ulama, bahkan syekh. Keluarga Nirmala tidak
percaya kepada ilmu hitam, mereka tetap ingin melewati jalan yang baik saja,
hingga pada suatu minggu, ayah Nirmala dan juga Nrimala lupa untuk pergi ke
rumah seorang KIAI, yang biasa mereka kunjungi, padahal KIAI mereka sudah
berkata untuk sering-sering datang, untuk berjaga-jaga jika santet tersebut
melekat di tubuh ayahnya, Nirmala dan ayahnya terlalu sibuk dengan ushanya,
hingga tak disadari pada malam Jumat, sosok tersebut sudah memasuki tubuh ayah
Nirmala, yang berarti jika sosok tersebut memasuki tubuh seseorang, ajal akan
segera menjemput orang yang di masukki nya tersebut. Pada suatu malam Nirmala
bermimpi, bahwa ayahnya tewas akibat bunuh diri, Nirmala kemudian terbangun
dari tidurnya, ia merasa bingung atas mimpi yang dialaminya tersebut. Lalu Nirmala
mengajak ayahnya untuk pergi kerumah KIAI yang bias amereka datangi, untuk
menanyakan apa maksud dari mimpi yang dialami oleh Nirmala tersebut.
Setibanya mereka di tempat, ayah Nirmala merasa
sangat pusing dan berat di bagian punggungnya. Nirmala berlari kedalam rumah
KIAI tersebut dan berkata bahwa ayahnya sekarang dalam kuasa santet tersebut.
Lalu KIAI tersebut dan juga Nirmala bergegas menuju tempat ayahnya berada. Setibanya
mereka ditempat ayahnya berada, Nirmala melihat bahwa ayahnya sudah menghilang
dari tempatnya tadi, tanpa disadari ayahnya sudah dalam rasukan sosok tersebut,
dan menyerang KIAI, Nirmala yang sudah mengetahui posisi ayahnya tersebut
sontak langsung menghantamkan tubuhnya kebadan ayahnya, hingga tubuh ayahnya
tersungkur hingga tak sadarkan diri.
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar