Jumat, 29 Maret 2024

GELORA PARA FETUS PERTIWI

 


Untaian kata mengaggungi negeri

Untaian kata bersimpuh di naungan negeri

Gelora fetus pujangga beralegi untuk bangsa

Gelora fetus pertiwi bermadah dengan Nusantra

 

Galunggung garuda gelora di gusar

Barisan bait bergema di belanga

Menaruh madah melankolis menganga

Apparat adalah asuhan agung  Nusantara

Nusantara bak fetus nirwana semesta

 

Belahan alunan perdagangan

Merajut dasar Nusantara

Belahan kritis membentuk barisan

Menyusun hukum masyhur perkara

Gelora menggema lama di kesan

Bersama manusia tahir terasa

 

Tercetak di benak memekak

Tegas menghias kuas lekas

Ragam warna terukir

Oleh tangga waktu

Yang usai terlalui

 

 

 

KUAS RAGAM WARNA EKONOMI

 


Untaian kata mengaggungi negeri

Untaian kata bersimpuh di naungan negeri

Gelora fetus pujangga beralegi untuk bangsa

Gelora fetus pertiwi bermadah dengan Nusantra

 

Galunggung garuda gelora di gusar

Barisan bait bergema di belanga

Menaruh madah melankolis menganga

Apparat adalah asuhan agung  Nusantara

Nusantara bak fetus nirwana semesta

 

Belahan alunan perdagangan

Merajut dasar Nusantara

Belahan kritis membentuk barisan

Menyusun hukum masyhur perkara

Gelora menggema lama di kesan

Bersama manusia tahir terasa

 

Tercetak di benak memekak

Tegas menghias kuas lekas

Ragam warna terukir

Oleh tangga waktu

Yang usai terlalui

 

 

 

Rabu, 27 Maret 2024

SABEN LINGSIR WENGI 2

 



Lingsir sekarang hidup sebatang kara, tanpa adanya bantuan dari orang sekitar. Karena Lingsir seperti dianggap sudah tidak waras lagi oleh orang sekitarnya. Lingsir juga genap dicari oleh pihak apparat keamanan, masih terungkit masalah anak tunanetra yang tewas bersama Lingsir. Lingsir dipenuhi dengan kekacauan duniananya. Bahkan tak segan- segan makhluk yang dulu pernah berhadapan dengan Lingsir menghadangnya Kembali, mahkluk itu belum puas atas semua yang kurang dilakukannya dahulu. Lingsir penuh dengan kecamuk, untuk kesekian kalinya, Lingsir ingin mengakhiri semuanya. Hidupnya sudah cukup untuk diusik lagi oleh apapun itu. Lingsir memutuskan untuk menyayat lehernya. Saat akan menyayat lehernya pada malam itu, Nirmala melihat kejadian tersebut, sontak ia langsung mencegah hal tersebut terjadi. Pada malam itu juga Lingsir dan Nirmala bertemu dan berkenalan. Lingsir menceritakan seluruh permasalahan yang sedang ia hadapi pada saat itu, dan Nirmala pun sebaliknya.

Pertama Nirmala yang akan membantu Lingsir, untuk menyelesaikan seluruh keadaan gaib di sekelilingnya. Nirmala yang sudah sering menghadapi keadaan seperti ini, mencoba untuk melakukan yang terbaik untuk keberlangsungan kehidupan temannya tersebut.

Diwaktu kecil Nirmala, Nirmala dan kedua orang tuanya merupakan orang dengan harta yang paling melimpah di desanya, akan tetapi pada suatu Ketika, Orang tua Nirmala memiliki persaingan usaha dengan Perusahaan orang lain. Keluarga Nirmala tidak terlalu peduli dengan adanya usaha lain tersebut. Pada akhirnya, Perusahaan lain yang merasa tersaingi usahanya, mengirimkan keluarga Nirmala terror-teror gaib, semua satu persatu dari keluarga Nirmala didatangi oleh suatu sosok, dengan rambut merah lebat Panjang, dan menggunakan gamis, dan sosok ini berjalan menggunakan kedua tangannya, sangat cepat sekali gerakannnya, sambil mengesotkan kakinya.

Keluarga Nirmala  pergi ke rumah saudaranya yang sudah berpengalaman dalam dunia gaib, akan tetapi Ketika berada di tengah perjalanan menuju rumah saudaranya tersebut, mobil yang ditumpangi oleh keluarga Nirmala masuk kedalam jurang. Dengan kondisi jalanan yang berkelak-kelok, dan ayah Nirmala yang sedang mengemudikan mobil tersebut, melihat sosok yang biasa mengganggu keluarga mereka berada di depan mobil, dan menghalangi penglihatan dari ayah Nirmala. Ini semua penyebab kematian Ibu Nirmala. Ibu Nirmala sempat dilarikan menuju rumah saudaranya tersebut untuk diobati, akan tetapi semuanya sudah terlamabat, nyawa telah direnggut oleh sosok tersebut. Ayah Nirmala memutuskan untuk memakamkan jasad istrinya di dekat rumah saudaranya tersebut, prosesi pemakaman berjalan lancar, hingga Nirmala melihat sosok tersebut masih mengawasi keluarga mereka, dan Nirmala sudah memiliki firasat buruk tentang itu semua. Nirmala bertanya kepada saudaranya yang ahli dalam dunia spiritual tersebut, apakah ayahnya juga akan bernasib sama dengan ibunya? Dengan mata yang berkaca-kaca, rasa cemas dan khawatir menyelimuti diri Nirmala pada saat itu. Saudaranya menjawab bahwa ayahnya tidak akan bernasib sama jika Nirmala menghentikan seluruh kegiatan Perusahaan milik orang tuanya tersebut, saudaranya berkata bahwa ia sudah berkali-kali mencoba untuk mengembalikkan santet tersebut kepada yang sudah mengirimkan santet itu, tapi semuanya muspra, kandas harapan untuk keluarga Nirmala melaluyi jalan spiritual.

Nirmala tidak mau menghentikan usaha milik orang tuanya, Nirmala berkata kepada ayahnya bahwa ia akan menanggung semua risiko jika ushanya masih berlanjut. Dan Nirmala serta ayahnya memutuskan untuk tetap menjalankan usahanya tersebut. Nirmala juga masih melewati berbagai cara untuk menghilangkan kutukan pad akeluarganya tersebut, dengan cara rutin pergi ke orang pintar, seperti kiai, ulama, bahkan syekh. Keluarga Nirmala tidak percaya kepada ilmu hitam, mereka tetap ingin melewati jalan yang baik saja, hingga pada suatu minggu, ayah Nirmala dan juga Nrimala lupa untuk pergi ke rumah seorang KIAI, yang biasa mereka kunjungi, padahal KIAI mereka sudah berkata untuk sering-sering datang, untuk berjaga-jaga jika santet tersebut melekat di tubuh ayahnya, Nirmala dan ayahnya terlalu sibuk dengan ushanya, hingga tak disadari pada malam Jumat, sosok tersebut sudah memasuki tubuh ayah Nirmala, yang berarti jika sosok tersebut memasuki tubuh seseorang, ajal akan segera menjemput orang yang di masukki nya tersebut. Pada suatu malam Nirmala bermimpi, bahwa ayahnya tewas akibat bunuh diri, Nirmala kemudian terbangun dari tidurnya, ia merasa bingung atas mimpi yang dialaminya tersebut. Lalu Nirmala mengajak ayahnya untuk pergi kerumah KIAI yang bias amereka datangi, untuk menanyakan apa maksud dari mimpi yang dialami oleh Nirmala tersebut.

Setibanya mereka di tempat, ayah Nirmala merasa sangat pusing dan berat di bagian punggungnya. Nirmala berlari kedalam rumah KIAI tersebut dan berkata bahwa ayahnya sekarang dalam kuasa santet tersebut. Lalu KIAI tersebut dan juga Nirmala bergegas menuju tempat ayahnya berada. Setibanya mereka ditempat ayahnya berada, Nirmala melihat bahwa ayahnya sudah menghilang dari tempatnya tadi, tanpa disadari ayahnya sudah dalam rasukan sosok tersebut, dan menyerang KIAI, Nirmala yang sudah mengetahui posisi ayahnya tersebut sontak langsung menghantamkan tubuhnya kebadan ayahnya, hingga tubuh ayahnya tersungkur hingga tak sadarkan diri.

HILIR ALUR WARNA HIDUP

 


Rengkah lautan bernas di benak

Rengkah lautan simppuh di lubuk

Menggema alunan pita suara

Menggema sukses atas madah orang tua

 

Galunggung garuda gelora gusar

Barisan bait bergema di belanga

Menaruh madah melankolis menganga

Apparat adalah asuhan agung Nusantara

Nusantara bak fetus nirwana semesta

 

Bernas adalah cabang kehidupan

Berlarut taut sahut keparut

Berlarut taut helat kesat

Bersama merajut kesuksesan

 

Tercetak di benak memekak

Tegas menghias kuas lekas

Oleh tangga waktu

Yang usai terlalui

AWAL MULA BANGSA BERINGAS

 di masa pembangunan Negara di masa pengabdian menjarah kita berperang dengan kerumunan para oplet dan bus yang berdesakan adalah lambang ne...